"Aya, tolong temani saya menyelesaikan revisi proposal klien. Ini penting."
Mungkin karena lampu redup. Mungkin karena suara hujan di luar gedung. Atau mungkin karena... sentuhan tangannya yang mulai merayap ke pahaku, lembut tapi penuh kepastian. "Aya, tolong temani saya menyelesaikan revisi proposal klien
"Maaf," kataku cepat.
Bukan sekali dua kali Pak Aris menunjukkan gelagat yang tidak profesional. Di sela-sela pemeriksaan dokumen, ada saja hal-hal kecil yang membuat bulu kuduk berdiri: lembut tapi penuh kepastian. "Maaf
Dia menunduk, mengusap dagunya sambil berkata, “Kamu tahu, aku selalu menghargai dedikasi. Tapi… kadang aku ingin merayakannya dengan cara yang lebih pribadi.” Suaranya serak, penuh rasa ingin tahu. mengusap dagunya sambil berkata