Raka stood under the marquee, shaking off his umbrella. He was forty-two years old, with a streak of gray in his hair that hadn’t been there the last time he stood in this line. He wasn't here for a blockbuster. He wasn't here for a date. He was here for a pilgrimage.
Namun, film ini mungkin kurang menarik bagi orang-orang yang tidak terlalu familiar dengan musik Slank atau tidak memiliki minat pada film konser. nonton film slank nggak ada matinya new
: Film ini mendokumentasikan bagaimana Abdee (Deva Mahenra), Ridho (Ajun Perwira), dan Ivanka masuk mengisi kekosongan, hingga terciptanya formasi yang solid sampai hari ini. Raka stood under the marquee, shaking off his umbrella
Raka didn't die like the rockstars in the movies, but a part of him did. The part that believed he was invincible. The part that believed in the "NGGAK ADA MATINYA" (Never Die) spirit. He wasn't here for a date
Berlatar belakang tahun 1996, film ini membawa penonton ke masa-masa paling kritis dalam sejarah Slank. Saat itu, formasi Slank yang ikonik (Bimbim, Kaka, Ivanka, Abdee, dan Ridho) baru saja terbentuk. Namun, di balik popularitas yang meroket, band ini menyimpan luka dalam. Bimbim, Kaka, dan Ivanka sedang berjuang hebat melawan kecanduan narkoba.